Narasi Media dan Komodifikasi Halal: Analisis Wacana Kritis pada Pemberitaan Kawasan Industri Halal Cikande
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i5.7661Keywords:
analisis wacana kritis, industri halal, kapitalisme syariah, komodifikasi religiositas, politik halalAbstract
Penelitian ini mengkaji narasi media seputar Kawasan Industri Halal Cikande (KIHC) di Provinsi Banten sebagai arena persinggungan antara kapitalisme syariah, politik halal, dan komodifikasi religiositas. Pertumbuhan industri halal global yang mencapai USD 3,2 triliun pada 2024 telah mentransformasi sertifikasi halal dari norma keagamaan menjadi standar yang dapat diperdagangkan dengan dimensi ekonomi-politik yang signifikan. Menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Fairclough tiga dimensi, penelitian ini menganalisis teks-teks media yang diproduksi oleh Pemerintah Provinsi Banten selama periode 2019 hingga 2024. Studi ini mengidentifikasi bagaimana negara memobilisasi simbol-simbol keislaman, terutama label halal dan syariah, sebagai instrumen branding untuk menarik investasi dan membangun citra daerah. Temuan mengungkap adanya ketegangan antara nilai-nilai ekonomi Islam yang berlandaskan maqashid al-syariah dengan logika kapitalistik yang mendominasi narasi operasional KIHC. Penelitian ini berkontribusi pada integrasi teori kapital syariah dengan analisis wacana kritis dan menawarkan kerangka analitis baru untuk mengkaji komodifikasi agama dalam ruang publik Muslim kontemporer di Indonesia.








