Representasi KIHC dalam Media: Tinjauan Kritis Atas Kapitalisme Syariah dan Komodifikasi Religiusitas
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i5.7424Keywords:
analisis wacana kritis, industri halal, kapitalisme syariah, komodifikasi religiositas, maqasid syariah, politik halalAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana mengenai kapitalisme syariah, politik halal, dan komodifikasi religiositas dalam narasi pemberitaan Kawasan Industri Halal Cikande (KIHC) periode 2019–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada berkembangnya industri halal yang tidak lagi sekadar norma religius, melainkan telah menjadi bagian dari sistem ekonomi global yang sarat kepentingan ekonomi-politik. Dalam konteks tersebut, KIHC diposisikan sebagai episentrum industri halal nasional, namun memunculkan ketegangan antara idealitas nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah dengan praktik kapitalistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) model Fairclough, melalui analisis teks media, praktik wacana, dan konteks sosial. Sumber data meliputi teks media pemerintah, dokumen kebijakan, serta wawancara dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi pemberitaan KIHC cenderung mengonstruksi citra modern, religius, dan berdaya saing global, namun di sisi lain terjadi komodifikasi nilai-nilai religiositas melalui penggunaan label halal dan syariah sebagai instrumen ekonomi dan legitimasi politik. Temuan ini mengindikasikan adanya dominasi logika kapitalisme dalam pengembangan industri halal yang berpotensi mereduksi makna substantif nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pengembangan industri halal yang lebih berorientasi pada prinsip keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan sesuai dengan kerangka maqāṣid al-syarī‘ah.








