ANALISIS LAPORAN KEUANGAN EFISIENSI PRODUKSI DAN KESEHATAN BANK SYARIAH (Studi Kasus: Studi Komparasi Efisiensi Bank Syariah dan Bank Konvensional Sebelum dan Selama Pandemi COVID-19)
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i5.7417Keywords:
Analisis Laporan Keuangan, Efisiensi Produksi, Kesehatan Bank, Bank Syariah, Rasio KeuanganAbstract
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi laporan keuangan, efisiensi dalam produksi, dan kesehatan institusi bank syariah. Pertumbuhan sektor perbankan syariah di Indonesia yang semakin pesat memerlukan alat penilaian yang mendalam untuk menilai kinerja serta stabilitas lembaga keuangan syariah. Pendekatan yang ditempuh dalam penelitian ini adalah studi literatur melalui analisis berbagai sumber yang berkaitan dengan laporan keuangan syariah, rasio keuangan, konsep efisiensi, serta evaluasi kesehatan bank. Temuan dari pembahasan mengungkapkan bahwa analisis laporan keuangan bank syariah meliputi tujuh elemen utama sesuai dengan PSAK 101, meskipun memiliki keterbatasan seperti bersifat historis dan bergantung pada beragam estimasi. Rasio keuangan yang digunakan mencakup CAR, NPF, FDR, BOPO, ROA, dan ROE. Efisiensi dalam produksi dapat dinilai melalui tiga pendekatan utama: rasio, regresi, dan frontier, termasuk metode Data Envelopment Analysis (DEA) serta Malmquist Productivity Index (MPI). Penilaian kondisi kesehatan bank syariah memanfaatkan metode RGEC (Profil Risiko, Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Pendapatan, Modal) yang disesuaikan dengan karakteristik syariah seperti NPF dan FDR. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa analisis laporan keuangan, efisiensi produksi, dan penilaian kesehatan bank merupakan tiga elemen yang saling terkait dan penting dalam mengevaluasi kinerja serta memastikan stabilitas perbankan syariah di Indonesia








