Efektivitas ALMA dalam Menjaga Likuiditas dan Ketahanan Bank Syariah di Tengah Tekanan Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i5.7228Keywords:
Asset Leability Management, Likuiditas Perbankan Syariah, Stabilitas KeuanganAbstract
Perbankan syariah di Indonesia menghadapi tantangan struktural dalam manajemen likuiditas, terutama di tengah tekanan ekonomi global yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Manajemen Aset dan Liabilitas (ALMA) dalam menjaga likuiditas dan ketahanan bank syariah Indonesia, dengan menggunakan PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI) sebagai studi kasus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan, dengan data sekunder bersumber dari laporan keuangan BSI periode 2022–2024, literatur akademik, dan regulasi OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI mengimplementasikan ALMA melalui tiga strategi utama: alokasi aset defensif yang mempertahankan buffer likuiditas memadai, pengendalian kualitas pembiayaan yang tercermin pada penurunan NPF dari 2,42% (2022) menjadi 1,90% (2024), serta penguatan permodalan pascamerger. Total aset BSI tumbuh 33% dan laba bersih meningkat 22,83% per tahun selama periode pengamatan, sementara jumlah nasabah bertambah dari 17,8 juta menjadi 21 juta orang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ALMA yang efektif, didukung struktur kelembagaan ALCO yang kuat dan kepatuhan syariah, terbukti mampu menjaga stabilitas likuiditas BSI sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Namun, keterbatasan instrumen pasar uang syariah masih menjadi hambatan yang perlu diatasi melalui pengembangan regulasi dan inovasi produk keuangan syariah.








