Analisis Perbedaan Abnormal Return dan Likuiditas Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split pada Perusahaan BEI 2020-2025
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v3i4.7227Keywords:
Abnormal Return, Likuiditas, Stock SplitAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perusahaan yang melakukan aksi korporasi stock split selama tahun 2020-2025 serta ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya yang meneliti tingkat likuiditas dan abnormal return saham karena dampak dari stock split. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan abnormal return dan likuiditas saham disekitar periode peristiwa stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2025. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif dengan metode event study terhadap 55 perusahaan yang melakukan stock split selama periode penelitian. Dalam penelitian ini Trading Volume Activity (TVA) digunakan untuk mengukur Likuiditas saham, sedangkan abnormal return dihitung melalui pendekatan Market Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan likuiditas saham sebelum dan sesudah stock split, sehingga aksi korporasi tersebut belum mampu meningkatkan aktivitas perdagangan saham secara konsisten. Sebaliknya, terdapat perbedaan signifikan abnormal return di sekitar periode peristiwa stock split yang cenderung mengalami penurunan setelah peristiwa tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa investor merespons informasi stock split, namun respons tersebut tidak selalu diikuti oleh peningkatan likuiditas saham dan dapat mencerminkan penilaian investor terhadap prospek fundamental perusahaan.









