EFEKTIVITAS MODEL ROUND ROBIN DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN FIKIH
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7961Keywords:
Model Pembelajaran Kooperatif; Round Robin; Berpikir Kritis; Pembelajaran Fikih; Kuasi EksperimenAbstract
Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Fikih menjadi permasalahan yang kerap dijumpai akibat dominasi metode ceramah konvensional yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas yang menggunakan metode konvensional dan kelas yang menggunakan model kooperatif tipe Round Robin, dan (2) mengukur efektivitas peningkatan berpikir kritis siswa melalui model tersebut dalam pembelajaran Fikih. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen (quasi-experimental design), melibatkan kelas VIII A sebagai kelas kontrol (n=29) dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen (n=32) di SMP Nusantara Wonosobo tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes (pretest-posttest), wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji-t independen dan Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelas (t-hitung = 10,37 > t-tabel 5% = 2,00 dan t-tabel 1% = 2,66). Rerata posttest kelas eksperimen mencapai 83,44 jauh melampaui kelas kontrol sebesar 59,66. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,683 (kategori sedang) secara signifikan lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 0,264 (kategori rendah). Penelitian ini membuktikan bahwa model Round Robin secara empiris efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Fikih, khususnya pada topik makanan dan minuman halal-haram.










