IMPLEMENTASIPENDIDIKANAGAMA ISLAM DALAM NILAI AKHLAKUL KARIMAH SEBAGAI BENTENG MORALITAS REMAJA DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7955Keywords:
PendidikanAgamaIslam, AkhlakulKarimah, MoralitasRemaja, EraDigital, MuraqabahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam(PAI),memetakanstrategiimplementasi,sertamengidentifikasikendaladansolusidalam pembentukan akhlakul karimah sebagai benteng moralitas remaja di era digital di Desa Baleraksa. Disrupsi teknologi telah memicu fenomena degradasi moral seperti adiksi gawai (gadget addiction), pudarnya etika siber (cyberbullying), pornografi, dan perjudian daring (online), yang diperparah oleh kesenjangan digital (digital divide) pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh agama, pemerintah desa, orang tua, dan remaja, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuanutama:1)Internalisasinilaiakhlakulkarimah(shiddiq,amanah,'iffah)dilakukansecara bertahap melalui transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai, melahirkan Digital Moral Consciousness dan budaya tabayyun. 2) Strategi implementasi PAI menggabungkan pendekatan struktural (sinergi pemerintah desa-Karang Taruna) dan kultural (rutinan pembacaan kitab Al-Barzanji sebagai sarana digital detox). 3) Kendala internal (adiksi gawai dan tekanan teman sebaya) serta eksternal (keterbatasan teknologi orang tua) diatasi melalui penanaman sifat Muraqabah sebagai sistem kontrol spiritual internal (inner control) remaja.










