Dari Nalar ke Algoritma: Perspektif Filsafat Pengetahuan tentang Sistem Informasi
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7860Keywords:
Algoritma, Filsafat Pengetahuan, Filsafat Teknologi, Nalar Manusia, Sistem InformasiAbstract
Perkembangan sistem informasi mengalami perubahan yang singnifikan dengan munculnya sistem informasi berbasis algoritma, peran nalar manusia dalam proses produksi dan validasi pengetahuan telah berubah. Akibatnya, persoalan epistemologis telah menjadi masalah yang belum banyak dibahas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa perubahan yang terjadi dari nalar manusia ke algoritma dalam sistem informasi dari sudut pandang filsafat pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan validitas, objektivitas, dan makna pengetahuan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif, non-empiris, dan menggunakan pendekatan filsafat reflektif-kritis yang berbasis studi kepustakaan. Untuk melakukan analisis ini, literatur tentang teori sistem informasi, filsafat pengetahuan, dan filsafat teknologi dikaji secara hermeneutik, konseptual, dan kritis-argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma tidak dapat menggantikan nalar manusia yang reflektif dan interpretatif karena mereka menggunakan rasionalitas instrumental yang formal, prosedural, dan kontekstual-terbatas, karena algoritma dibangun berdasarkan asumsi epistemik, pilihan data, dan tujuan tertentu, klaim objektivitas pengetahuan berbasis sistem informasi menjadi masalah. Menurut hasil penelitian ini, distribusi dan otoritas pengetahuan dipengaruhi oleh sistem informasi sebagai aktor epistemik. Namun, sistem informasi memerlukan nalar manusia sebagai pusat evaluasi epistemologis. Oleh karena itu, untuk menjaga rasionalitas algoritmik dan nalar manusia seimbang dalam praktik sistem informasi kontemporer, refleksi filsafat pengetahuan menjadi penting.










