Reaktualisasi Pendekatan Fikih Al-Waqi’ dalam Menarik Minat Generasi Z untuk Meramaikan Masjid
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7769Keywords:
Dakwah digital, Fikih al-Waqi’, Generasi Z, Masjid, Partisipasi Pemuda, TakmirAbstract
Fenomena menurunnya partisipasi Generasi Z dalam aktivitas masjid menjadi tantangan serius dalam dinamika keberagamaan kontemporer. Generasi ini cenderung mengembangkan pola religiusitas yang lebih fleksibel dan berbasis digital, sehingga keterikatan terhadap institusi masjid mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan baru yang mampu menjembatani kesenjangan antara nilai normatif dan realitas sosial keagamaan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mereaktualisasi pendekatan fikih al-waqi’ sebagai kerangka konseptual dalam meningkatkan minat Generasi Z untuk meramaikan masjid melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan adaptif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi untuk menggali pengalaman dan persepsi Generasi Z terhadap aktivitas masjid. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di Masjid Baiturrahim, Boyolali, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan generasi muda dan takmir masjid . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi Generasi Z dipengaruhi oleh eksklusivitas pengelolaan masjid, dominasi pola dakwah konvensional, serta pergeseran preferensi ke media digital. Namun demikian, terdapat potensi besar keterlibatan generasi muda apabila diberikan ruang partisipasi yang inklusif dan program yang relevan dengan kebutuhan mereka. Integrasi pendekatan komunitas dan pemanfaatan teknologi terbukti mampu meningkatkan keterlibatan secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reaktualisasi fikih al-waqi’ perlu diarahkan pada pengembangan model pengelolaan masjid yang inklusif, adaptif, dan berbasis kebutuhan generasi muda melalui pendekatan 5R (Relevan, Responsif, Ramah, Ruang Partisipatif, Reinovatif). Pendekatan ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban yang kontekstual di era digital.










