Etika Guru Dalam Menyampaikan Perilaku Negatif Siswa Kepada WaliMurid: Antara Transparansi Dan Menjaga Harga Diri
DOI:
https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i5.7754Keywords:
etika guru, komunikasi pendidikan, orang tua siswaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika guru dalam menyampaikan perilaku negatif siswa kepada wali
murid, terutama dalam menghadapi dilema antara keterbukaan dan mempertahankan martabat siswa.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, dan teknik analisis
data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara
guru dan orang tua dalam menyampaikan perilaku negatif siswa bisa dilakukan melalui empat langkah
utama: (1) menciptakan suasana nyaman yang bisa dilakukan dengan mengundang orang tua secara pribadi
dan percakapan tidak di konsumsi orang lain; (2) tidak menuduh dan menghakimi, karena orang tua akan
dapat memahami masalah sebenarnya dengan mengetahui kronologi langsung siswa. Mereka membutuhkan
arahan, bukan penghakiman siswa; (3) berkomunikasi dengan bijak, yaitu menyampaikan dengan hati-hati,
agar orang tua tidak tersinggung, selain itu gunakan bahasa yang halus dan tidak kasar; (4) tidak melebihlebihkan, yaitu guru tidak seharusnya membahas hal-hal lain yang tidak relevan. Dengan begitu, etika
komunikasi guru berperan tidak hanya sebagai pedoman profesional, tetapi juga sebagai usaha untuk
memelihara martabat dan perkembangan psikologis siswa dengan cara yang optimal.










