ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA UMKM BAWANG MERAH GORENG BAROKAH BAGOR DI SRAGEN
DOI:
https://doi.org/10.62017/jemb.v2i1.2192Keywords:
Pengendalian persediaan, Bahan baku, Material Requirement PlanningAbstract
Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membandingkan biaya pengendalian persediaan bahan baku antara kebijakan yang diterapkan oleh UMKM Bawang Merah Goreng Barokah Bagor dengan menggunakan metode MRP. Metode MRP diharapkan dapat mengurangi risiko kehabisan stok sehingga tidak mengganggu proses produksi UMKM tersebut, serta meningkatkan efisiensi persediaan bahan baku. Tujuan dari kedua metode ini adalah untuk mempertimbangkan waktu pemesanan yang tepat dan menentukan jumlah persediaan bahan baku yang optimal. Pada tahap analisis, dilakukan evaluasi penerapan metode Material Requirement Planning (MRP) dapat meningkatkan efisiensi dalam perencanaan persediaan bahan baku di UMKM Bawang Merah Goreng Barokah Bagor. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Material Requirement Planning (MRP), Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya persediaan bahan baku dengan metode Lot For Lot (LFL) adalah Rp 2.400.000, metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah Rp 2.992.600, dan metode Period Order Quantity (POQ) adalah Rp 101.874.200. Sementara itu, jumlah biaya persediaan bahan baku menurut kebijakan pengelola UMKM bawang merah goreng Barokah Bagor adalah Rp 26.081.600. Penerapan metode Material Requirement Planning (MRP) di UMKM Bawang Merah Goreng Barokah Bagor dapat meningkatkan efisiensi perencanaan persediaan bahan baku, dengan teknik Lot For Lot (LFL) terbukti paling efektif. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa biaya persediaan bahan baku menurut kebijakan pemilik UMKM bawang merah goreng Barokah Bagor lebih besar dibandingkan dengan biaya persediaan bahan baku menggunakan metode MRP.