Etika Humor dalam Ruang Publik: Mengapa Kita Tidak Boleh Menormalisasi Candaan kebencian

Authors

  • Ester Melisa Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Syarah Febrina Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Chelisie Adila Putri Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Nazwa Universitas Muhammadiyah Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/arima.v3i3.6855

Keywords:

Humor, Candaan Kebencian, Etika Komunikasi, Normalisasi, Degradasi Manusia

Abstract

Humor merupakan instrumen komunikasi sosial yang kuat, namun batas antara komedi dan penghinaan sering kali menjadi kabur dalam praktik sehari-hari. Artikel ini mengeksplorasi fenomena normalisasi candaan kebencian ( perkataan kebencian yang disamarkan sebagai humor ) di masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, artikel ini menganalisis dampak psikologis dan sosiologis dari humor yang mempengaruhi kelompok tertentu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa normalisasi candaan kebencian berkontribusi pada desensitisasi moral dan memperkuat stigma sosial. Kesimpulan utama menekankan bahwa humor yang sehat harus menjunjung tinggi martabat manusia tanpa harus mengorbankan integritas pihak lain.

Downloads

Published

2026-01-08

Issue

Section

Articles

How to Cite

Ester Melisa, Syarah Febrina, Chelisie Adila Putri, & Nazwa. (2026). Etika Humor dalam Ruang Publik: Mengapa Kita Tidak Boleh Menormalisasi Candaan kebencian. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(3), 310-312. https://doi.org/10.62017/arima.v3i3.6855

Similar Articles

1-10 of 137

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 15 16 17 18 19 20 21 > >>