“Ritual 12 Mulud Golok Ciomas: Akulturasi Islam dan Tradisi Lokal”

Authors

  • Siti Imeliya Universitas Islam negeri Sultan Maulana Hasanuddin Author
  • Heni Fitrotul Zulhizah Universitas Islam negeri Sultan Maulana Hasanuddin Author
  • Sri Hastuti Universitas Islam negeri Sultan Maulana Hasanuddin Author
  • Sofiatunnaziah Universitas Islam negeri Sultan Maulana Hasanuddin Author
  • Ratna Sari Universitas Islam negeri Sultan Maulana Hasanuddin Author
  • Achmad Maftuh Sujana Universitas Islam negeri Sultan Maulana Hasanuddin Author

DOI:

https://doi.org/10.62017/arima.v3i2.6302

Keywords:

Budaya Banten, Golok Ciomas, Ritual Mulud

Abstract

Golok Ciomas merupakan salah satu warisan budaya takbenda khas Banten yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan sosial yang signifikan. Lebih dari sekadar alat atau senjata tradisional, golok ini merefleksikan identitas, kehormatan, serta simbol perlawanan masyarakat terhadap kekuatan kolonial. Penelitian ini bertujuan menelusuri sejarah dan asal-usul Golok Ciomas, mengkaji makna filosofis “kekuatan genggaman” yang meliputi aspek fisik, mental, dan spiritual, serta menguraikan kedudukan golok sebagai lambang kehormatan dalam struktur sosial masyarakat Banten. Selain itu, penelitian juga mencoba memetakan perubahan fungsi Golok Ciomas pada era kontemporer dan membandingkannya dengan berbagai senjata tradisional dari Nusantara maupun luar negeri.  Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan perspektif etnografi budaya. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, serta melibatkan museum, pasar tradisional, dan festival budaya sebagai sumber data tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para empu, tokoh masyarakat, budayawan, dan generasi muda, serta studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan semiotika dan antropologi simbolik, dengan validitas yang diperkuat melalui triangulasi sumber, metode, dan teori.

 Hasil penelitian mengungkap bahwa Golok Ciomas memiliki garis sejarah panjang sejak zaman Kesultanan Banten, dan seiring waktu beralih fungsi dari alat pertanian serta senjata perlawanan menjadi artefak budaya sekaligus komoditas dalam industri ekonomi kreatif. Filosofi “kekuatan genggaman” mencerminkan nilai holistik yang menyatukan unsur jasmani, pikiran, dan spiritualitas, sambil menegaskan posisi golok sebagai simbol kehormatan serta solidaritas sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya pelestarian Golok Ciomas melalui kolaborasi antara empu, masyarakat, pemerintah, dan kalangan akademisi agar warisan budaya ini tetap hidup dan bermakna sebagai bagian dari identitas nasional. 

Downloads

Published

2025-11-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Siti Imeliya, Heni Fitrotul Zulhizah, Sri Hastuti, Sofiatunnaziah, Ratna Sari, & Achmad Maftuh Sujana. (2025). “Ritual 12 Mulud Golok Ciomas: Akulturasi Islam dan Tradisi Lokal”. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 3(2), 356-362. https://doi.org/10.62017/arima.v3i2.6302

Similar Articles

1-10 of 127

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >>