Pelestarian Wayang Klithik sebagai Identitas Budaya Lokal Masyarakat Desa Wonosoco terhadap Penguatan Nilai Pendidikan IPS Berbasis Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.62017/arima.v3i2.6238Keywords:
Wayang Klithik, Pelestarian Budaya, Kearifan Lokal, Pendidikan IPS, WonosocoAbstract
Wayang Klithik sebagai seni tradisional Desa Wonosoco memiliki nilai sosial, moral, dan historis bagi pembelajaran IPS, namun pemanfaatannya sebagai sumber belajar masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelestarian Wayang Klithik dan relevansinya dalam penguatan nilai IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek Wayang Klithik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Klithik berbeda dengan Wayang Kulit, dibuat secara tradisional, dan digunakan dalam ritual budaya seperti bersih sendang. Pelestariannya memperkuat identitas budaya lokal, mendukung pembelajaran IPS berbasis nilai sosial, moral, dan spiritual, serta berdampak pada pembentukan karakter generasi muda dan peningkatan sosial-ekonomi desa. Penelitian ini masih bersifat deskriptif, sehingga diperlukan pengembangan media pembelajaran Wayang Klithik.









