BUDAYA GOTONG ROYONG SEBAGAI PEREKAT INTEGRASI SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DESA RECO KERTEK WONOSOBO
DOI:
https://doi.org/10.62017/arima.v3i2.6121Keywords:
Gotong Royong, Integrasi Sosial, Masyarakat Multikultural, Ruwat Cungkup, Desa Reco, Tradisi LokalAbstract
Artikel ini membahas peran budaya gotong royong dalam memperkuat integrasi sosial pada masyarakat multikultural di Desa Reco, Kertek, Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi tersamar untuk menggambarkan secara mendalam fenomena tradisi Ruwat Cungkup sebagai wujud nyata gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwat Cungkup, yang meliputi kerja bakti membersihkan makam, punden, dan sendang, kirab budaya, serta doa dan makan bersama, berfungsi sebagai perekat sosial yang efektif. Dalam komunitas yang menganut lima agama dan berbagai kepercayaan ini, gotong royong menciptakan ruang interaksi yang setara, membangun kepercayaan (trust), dan memperkuat identitas kolektif yang melampaui identitas primordial. Simbol-simbol budaya dalam tradisi ini juga berperan sebagai media pendidikan multikultural yang mencegah potensi konflik. Disimpulkan bahwa revitalisasi kearifan lokal berbasis gotong royong merupakan strategi yang ampuh untuk merawat kerukunan dalam masyarakat majemuk.









